Pages

Minggu, 22 April 2012

Statement Goto Pada C++


       Dalam bahasa pemrograman c++ juga memiliki statement goto yang digunakan agar program melompat ke baris yang telah ditentukan. Untuk menggunakan statement goto, maka diperlukan juga label untuk menandakan kemana program tersebut akan melompat. Label tersebut dapat di tulis seperti LABEL: atau nama-nama yang lain. Statement goto dapat di ditempatkan dimana saja sesuai dengan kebutuhan program. Dibawah ini contoh program yang menggunakan statement goto.
 #include <iostream.h>  
 #include <conio.h>  
 void main()  
 {  
 cetak:  
  clrscr();  
  int i,j;  
  cout<<"program goto\n";  
  cout<<"input angka: ";cin >> i;  
  j = i * 10;  
  cout << j << endl;  
  getch();  
  goto cetak;  
 }  

Statement Continue Pada C++


      Statement continue ini berbeda dengan statement break yang berguna untuk menghentikan proses pengulangan, karena statement continue akan melanjutkan proses  pengulangan pada kondisi semula hingga akhir pengulangan. Apabila terdapat statement kondisi, maka statement kondisi tersebut akan diharukan. Dibawah ini ada contoh program yang menggunakan statement continue.

 #include <iostream.h>                 
 void main()  
 {  
  int i,j;  
  for(i=1;i<=10;i++)  
  {  
    if(i==5)continue;  
    j = 10 * i;  
    cout << j << endl;  
   }  
 }  

Statement Break Pada C++


Statement break digunakan untuk keluar dari perulangan. Penggunaan statement break akan memaksa  program untuk menghentikan perulangan yang sedang berjalan dan akan langsung menuju ke perintah sesudah statement perulangan. Statement break biasanya dilakukan untuk menghindari proses pengulangan yang sebenarnya sudah tidak diperlukan lagi. Apabila terdapat statement kondisi, maka  perulangan akan berhenti sesuai dengan statement kondisi tersebut. Dibawah ini adalah contoh program menggunakan statement break.
 #include       
 void main()                           
 {                                    
  int i,j;                                
  for(i=1;i&lt;=10;i++)                      
  {  
    if(i==5)break;  
    j = 10 * i;  
    cout << j << endl;  
   }  
 }  

Kamis, 19 April 2012

Statement Switch Pada C++


      Selain statement kondisi if-else, pada bahasa pemrograman C++ juga terdapat statement kondisi switch. Statement switch digunakan untuk melakukan pemilihan ekspresi atau kondisi yang memeiliki nilai-nilai konstanta. Pada statement ini, tipe data yang digunakan pada ekspresi harus bertipe integer atau karakter. Berbeda dengan statement if, pada switch terdapat kata kunci yang tidak ada di statement if yaitu adanya kata kunci case yang digunakan sebagai pilihan kondisi. Statement switch juga menggunakan statement break yang berfungsi untuk melompat ke luar dari statement switch program, sehingga kondisi-kondisi yang lain tidak akan ikut tereksekusi. Di bawah ini bentuk umum dari statement switch.
              
              Switch (ekspresi) {
              case nilai_konstanta:
                        {
                          statement_yang_akan_dieksekusi;
                          ....
                          break;
                        }
              case nilai_konstanta:
                        {
                          statement_yang_akan_dieksekusi;
                          ....
                          break;
                        }
            default:
                        {
                          statement_alternatif;
                        }
            }


    Default berguna sebagai alternataif lain. Jadi, jika nilai pada ekspresi tidak ada yang sesuai dengan nilai konstanta yang ada di setiap kondisi, maka alternatif yang berada di default lah yang akan di eksekusi.

Minggu, 15 April 2012

Penerimaan (Revenue)

PENDAHULUAN

    Penerimaan adalah hasil yang di dapatkan oleh produsen dari penjualan barang atau outputnya kepada konsumen. Penerimaan memiliki beberapa konsep yang diantaranya Total Revenue, Average Revenue, Marginal Revenue.


POKOK BAHASAN

1. Total Revenue
    Total penerimaan yang di dapat produsen dari penjualan outputnya.
    TR = Q.PQ. Q adalah jumlah output atau barang. P adalah harga barang atau output tersebut.
2. Average Revenue
    Rata-rata penerimaan yang di dapat produsen dari penjualan perunit output atau barang.
    AR = TR/Q = Q.PQ/Q = PQ.
3. Marginal Revenue
    Kenaikan peneriamaan dari Total Revenue karena adanya tambahan 1 unit output yang di jual.
    MR = Delta TR / Delta Quantity.


REFERENSI

Sabtu, 14 April 2012

Macam-Macam Ongkos

PENDAHULUAN

    Ongkos adalah biaya jumlah yang di keluarkan produsen dan tingkat output. Ongkos terdiri dari Total Fixed Cost, Total Variable Cost, Total Cost, Average Fixed Cost, Average Variable Cost, Average Total Cost dan Marginal Cost.


POKOK BAHASAN

1. Total Fixed Cost
    Ongkos keseluruhan yang di keluarkan perusahaan berapapun tingkat harganya. Contoh: sewa gedung.
2. Total Variable Cost
    Ongkos keseluruhan yang di keluarkan perusahaan yang berubah-ubah menurut tinggi rendahnya harga yang di produksikan. Contoh: bahan mentah.
3. Total Cost
    Ongkos keseluruhan antara penjumlahan Total Fixed Cost dengan Total Variabel Cost.
    TC = TFC + TVC.
4. Average Fixed Cost
    Ongkos tetap yang di bebankan pada satu unit output.
    AFC = TFC / Q. Q = jumlah output yang dihasilkan.
5. Average Variable Cost
    Ongkos variabel yang di bebankan pada satu unit output.
    AVR = TVC / Q.
6. Average Total Cost
    Ongkos produksi dari yang diperhitungkan untuk setiap unit output.
    AR = TC/Q.
7. Marginal Cost
    Kenaikan ongkos yang diakibatkan oleh bertambahnya satu unit output.
    MCn = TCn - TCn-1.


REFERENSI

Rabu, 11 April 2012

Produsen dan Fungsi Produksi

PENDAHULUAN

    Dalam ekonomi terdapat istilah produsen dan konsumen. Yang dimana produsen itu sebagai pembuat barang atau yang menyalurkan jasa. Sedangkan konsumen itu sebagai yang mengkonsumsi barang tersebut atau menggunakan jasa dari produsen.


POKOK BAHASAN

    Produsen adalah suatu kelompok/organisasi/perorangan yang memproduksi atau mengahasilkan suatu barang/jasa yang dapat digunakan oleh pihak konsumen. Pada produksi, memiliki fungsi yang berkaitan dengan input dan output yang dihasilkan. Fungsi produksi ini membatasi pencatatan profit maksimum karena keterbatasan teknologi dan pasar di mana ini akan mempengaruhi ongkos produksi, output yang dihasilkan dan harga jual output. Fungsi produksi ini dapat tulis secara matematis sebagai berikut:
X = f(a,b,c)
 X itu berarti output yang di hasilkan. Sedangkan a, b, c adalah input yang digunakan.


REFERENSI

Senin, 02 April 2012

Bottleneck Pada Komputer

    Hmm, malam ini bingung mau nulis apa. Untung setalah browsing2 di google dan akhir ketemu mau nulis apa. Oke, kali ini saya akan menulis tentang bottleneck. Mungkin bagi semua orang yang sudah lama berkecimpung di dunia komputer pasti tau apa itu bottleneck. Jadi, bottleneck itu dapat di artikan penyempitan jalur. Kita bisa ambil contoh yaitu leher botol yang selalu menyempit daripada badannya. Pada hardware komputer sering terjadi pada VGA yang tidak sesuai dengan hardware lainnya, contohnya processor. Disini saya ambil contoh VGA Nvida GTX580 di pakai pada komputer yang memakai processor Dual Core. Terlihat jelas perbedaan yang sangat jauh antara VGA dan processor, dimana VGA yang sudah gagah di pasangkan dengan processor sekelas Dual Core. Jadi, VGA yang sedang menjalankan tugasnya dengan baik harus menurunkan kinerjanya karena terjadi penumpukan data pada processor.
    Mungkin cuma ini yang dapat saya tulis. Maaf bila ada salah2 kata. Terima Kasih.

Konsep Elastisitas

PENDAHULUAN
    Pengetahuan mengenenai seberapa dampak perubahan harga terhadap permintaan sangatlah penting. Bagi produsen, pengetahuan ini digunakan sebagai pedoman seberapa besar ia harus mengubah harga pokoknya. Oleh karena itu konsep elastisitas paling sering digunakan untuk meramalkan apa yang terjadi jika harga barang/jasa dinaikkan.



POKOK BAHASAN

    Elastisitas adalah suatu konsep yang penting untuk memahami permasalahan di bidang ekonomi. Konsep ini sering digunakan untuk menganalisa ekonomi, seperti dalam menganalisa permintaan, penawaran, penerimaan pajak, maupun distribusi kemakmuran.
1. Elastisitas Harga Permintaan.
    Tingkat perubahan terhadap barang atau jasa, yang diakibatkan perubahan harga barang atau jasa tersebut. Besar atau kecilnya tingkat perubahan tersebut dapat diukur dengan angka-angka yang disebut koefisies elastisitas permintaan. Elastisitas harga permintaan dibedakan menjadi 5, diantaranya:
  • Permintaan elastisitas sempurna
  • Inelastis
  • Elastis Uniter
  • Elastis Sempurna
2. Elastisitas Silang.
    Hubungan antara jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan dengan barang tersebut. Terdapat tiga macam respons perubahan permintaan, diantaranya:
  • Elastisitas silang positif. Peningkatan harga barang A menyebabkan peningkatan jumlah permintaan barang B.
  • Elastisitas silang negatif. Peningkatang harga barang A menyebabkan turunnya permintaan barang B.
  • Elastisitas silang nol. Peningkatan harga barang A tidak mengakibatkan perubahan permintaan barang B.


REFERENSI